Adab di Atas Ilmu Digital: Tantangan Implementasi Pembelajaran Berbasis IT dalam Perspektif Islam
Nama : Jessica Anjelita Putri
Nim : 240101049
Nim : 240101049
Pernahkah kalian merasa🤔 , saat sedang mengikuti pengajian online atau kuliah agama lewat Zoom, tangan rasanya sulit sekali untuk tidak membuka aplikasi lain di HP📱? Atau mungkin, pernahkah kita berpikir🤔 kenapa rasanya sangat berbeda jika belajar lewat layar laptop💻 dibandingkan saat kita duduk langsung di hadapan guru atau kiai di masjid🕌?
Kenyataan ini menunjukkan kalau cara kita belajar memang sudah berubah total. Kalau dulu kita terbiasa dengan sistem halaqah di masjid atau pesantren, sekarang hampir semuanya berpindah ke ruang digital👩💻. Kita memang tidak bisa menghindari teknologi jika ingin tetap maju, tapi di saat yang sama, ada tantangan besar yang muncul, terutama soal bagaimana menjaga adab dan etika belajar dalam perspektif Islam di tengah dunia digital yang penuh gangguan ini.
Sejalan dengan semangat menuntut ilmu, Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Mujadilah ayat 11📖 :
> "... Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan ."
> Ayat ini mengingatkan kita bahwa ilmu adalah jalan kemuliaan. Namun, pertanyaannya, bagaimana kita bisa meraih derajat itu jika dalam proses belajarnya saja kita masih menghadapi banyak tantangan moral dan teknis🤔?
🎓1. Tantangan Adab Murid melawan Guru
Dalam Islam, ilmu bukan sekedar transfer data, melainkan keberkahan yang mengalir melalui rida seorang guru. Tantangan utama belajar lewat IT adalah hilangnya batasan fisik yang sering kali melunturkan rasa hormat. Interaksi lewat layar sering membuat kita menjadi terlalu santai, bahkan terkadang lupa etika berbicara. Tanpa pengawasan langsung, kita mudah kehilangan kekhusyukan. Banyak dari kita yang mematikan kamera hanya untuk melakukan aktivitas lain, yang mana perilaku ini sebenarnya kurang menghargai majelis ilmu.
🛡️2. Filter Etika di Tengah Arus Informasi
Internet adalah alat yang sangat luas. Di satu sisi, kita bisa dengan mudah menemukan kitab digital dan ceramah para ulama. Namun di sisi lain, konten negatif yang merusak moral juga hanya berjarak satu klik saja. Tantangannya adalah bagaimana kita memiliki "benteng dalam diri". Kita harus ingat bahwa meskipun guru tidak melihat apa yang sedang kita buka di layar gadget, Allah SWT tetap Maha Melihat. Menjaga pandangan dan pikiran saat belajar online adalah bentuk jihad kita saat ini.
⚖️3. Tantangan Keadilan Akses (Al-'Adl)
Islam sangat menjunjung tinggi keadilan. Belajar berbasis IT membutuhkan modal yang tidak sedikit, seperti laptop yang bagus dan kuota internet yang stabil. Kenyataannya, tidak semua teman-teman kita memiliki kemampuan ekonomi yang sama. Tantangan besar bagi pendidikan Islam adalah memastikan teknologi ini tidak menciptakan jarak antara mereka yang mampu dan yang kurang mampu. Jangan sampai digitalisasi malah membuat hak untuk mendapatkan ilmu jadi terhambat bagi sebagian orang.
💎4. Menjaga Niat dari Budaya Instan
Teknologi sering membuat kita ingin semuanya serba instan. Budaya copy-paste tugas tanpa mencantumkan sumber (plagiarisme) menjadi tantangan serius bagi integritas kita. Dalam Islam, kejujuran adalah bagian dari iman. Ilmu yang didapat dengan cara yang tidak jujur tentu akan kehilangan keberkahannya. Kita harus memperkuat kembali niat bahwa belajar adalah ibadah, bukan sekadar mengejar nilai di atas kertas digital dengan cara yang salah.
Kesimpulan✨
Implementasi TI dalam pendidikan Islam adalah sesuatu yang harus kita hadapi dengan kesiapan mental dan spiritual. Teknologi harus diletakkan sebagai alat bantu, sementara adab dan akhlak tetap menjadi tujuan utama kita. Dengan memegang prinsip Adab di Atas Ilmu, kita berharap generasi Muslim masa depan tidak hanya cerdas secara teknologi, namun juga tetap memiliki karakter yang mulia dan kokoh secara spiritual.
Daftar Pustaka
Al-Qur'anul Karim. (Terutama QS. Al-Mujadilah: 11 dan QS. Al-Alaq: 1-5 sebagai landasan kewajiban menuntut ilmu).
* Hidayat, Tatang, dkk. (2019). "Pendidikan Islam di Era Revolusi Industri 4.0". Jurnal Pendidikan Islam Indonesia .
* Fauzi, Ahmad. (2020). “Implementasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Berbasis IT pada Mata Pelajaran PAI”. Jurnal Mudarrisuna.
* Zubaidah, Siti. (2019). "Etika Komunikasi dalam Media Sosial: Perspektif Islam". Jurnal Komunikasi Islam .
*Hasanah, Uswatun. (2020). “Adab Murid terhadap Guru dalam Pembelajaran Daring di Masa Pandemi”. Jurnal Ta'dibuna .
* Munastiwi, Erni. (2021). "Tantangan Guru PAI dalam Menghadapi Era Digital". Jurnal Pendidikan Islam .
* Salsabila, Unik Hanifah, dkk. (2020). “Peran Teknologi Pendidikan dalam Pembelajaran Agama Islam”. Jurnal Al-Hikmah.
* Nata, Abuddin. (2021). "Pendidikan Islam di Era Milenial". Jurnal Pendidikan Islam (UIN Sunan Gunung Djati) .
*Asari, Hasan. (2020). “Tradisi Halaqah dan Transformasi Digital”. Jurnal Ilmu Pendidikan Islam.

Mntappp👍👍👍
ReplyDeleteGood job
ReplyDeleteMantaaaappp👏
ReplyDeleteGodddddd
ReplyDeletebestttt
ReplyDeleteSyukron
ReplyDelete